Home / Peristiwa / Toni Serta Karyawan Swasta Bernama Yuliana Di Periksa KPK

Toni Serta Karyawan Swasta Bernama Yuliana Di Periksa KPK

Toni Serta Karyawan Swasta Bernama Yuliana Di Periksa KPK – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan bakal periksa Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, keponakan Ketua DPR Setya Novanto dalam penyidikan perkara korupsi pengadaan paket aplikasi Kartu Isyarat Masyarakat berbasiskan No Induk Kependudukan dengan cara nasional (KTP-e) .

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin 31 Juli 2017 menyampaikan, Irvanto di cek menjadi saksi utk Setya Novanto, yg udah jadi tersangka dalam perkara ini.

Tidak hanya periksa Irvanto, KPK akan juga periksa dua saksi beda tentang Setya Novanto, ialah wiraswastawan bernama Toni serta karyawan swasta bernama Yuliana.

Dalam penyidikan persoalan itu, KPK udah menggeledah tempat tinggal Irvanto di Kompleks Kelapa Hijau, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis 28 Juli 2017 serta mengambil dokumen serta barang untuk bukti elektronik dari sana.

KPK pada Senin 24 Juli 2017 juga udah menghambat Irvanto ke luar negeri sepanjang enam bln. mulai 21 Juli 2017 utk keperluan pengecekan tentang persoalan KTP-e utk tersangka Setya Novanto.

Irvanto mengakui memimpin konsorsium Murakabi Sejahtera, sebagai diantara satu peserta lelang KTP elektronik, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis 27 Juli 2017.

Irvanto juga mengakui aktif di Partai Golkar, yg di pimpin oleh pamannya, serta bahkan juga sejak mulai 2016 jadi wakil bendahara DPP Golkar.

Ia menyampaikan beli PT Murakabi pada 2006 dengan beli saham adik Andi Narogong, Vidi Gunawan, yg ujarnya menjadi kawan SMA dia di Bogor.

Irvanto menjabat menjadi manajer pengembangan usaha PT Murakabi Sejahtera pada 2007-2010 serta pada 2010 jadi direktur perusahaan yg beroperasi di bagian printing serta security printing itu.

Dia lantas mengakui sempat datang ke ruko Fatmawati tempat Andi Narogong mengatur banyak pebisnis utk melakukan project KTP elektronik utk mengatur pelelangan maka konsorsium yg mereka hendaki mampu menang lelang.

” Sempat sekali datang ke ruko Fatmawati pada seputar akhir 2010. Kala itu ada relasi saya dari PT Pura yg mengatakan bahwa ada pertemuan beberapa perusahaan percetakan di ruko itu, ” ujarnya.

About admin