Home / teknologi / Smart City Membutuhkan Kolaborasi Aktif |Tekbologi

Smart City Membutuhkan Kolaborasi Aktif |Tekbologi

Smart City Membutuhkan Kolaborasi Aktif |Tekbologi, Kota-kota di Indonesia berduyun-duyun mau jadi satu buah kota pintar. Factor itu seperti studi berkenaan Menuju Kota-Kota Sekunder Pintar : Pemetaan Tehnologi Kabar dan Komunikasi dalam Layanan Publik di 12 Kota di Indonesia.

Studi tersebut yaitu hasil riset hubungan kerja antara Kampus Gadjah Mada , Lee Kwan Yew School of Public Policy-National University of Singapore, pula Microsoft. Dedy Permadi, Peneliti dari NUS dan UGM mengemukakan bahwa, kota-kota sekunder di Indonesia mempunyai potensi yang amat besar buat berkembang jadi smart city.

Kota sekunder sendiri ialah kota-kota bersama jumlah penduduk yang labih dari 200.000 jiwa dan memang salah satu kota satelit dan bahkan ibu kota negeri. Asalkan dilakukan intervensi kebijakan yang serasi, sehingga kota-kota ini dapat jadi engine of growth dalam kurun diwaktu lima hingga lima belas tahun yang akan datang.

“Melalui sebuah studi yang kami jalankan National University of Singapore dan Kampus Gadjah Mada melakukan di 12 kota sekunder di Indonesia kami menemukan bahwa nyatanya pemerintah di kota-kota tersebut sudah dengan cara aktif mengimplementasikan bermacam macam inovasi technologi buat meningkatkan mutu layanan publik masing-masing kota, bersama tingkat dan trick yang berbeda-beda,” ujarnya terhadap Merdeka.com lewat siaran pers, Selasa 29/9.

About admin