Home / indonesia / Pasokan Minyak Nasional Belum Mencukupi

Pasokan Minyak Nasional Belum Mencukupi

Pasokan Minyak Nasional Belum Mencukupi – Sekarang ini keadaan jumlah supply minyak serta gas bumi (migas) di Indonesia dengan jumlah kebutuhannya seperti neraca yg tidak berimbang. Indonesia telah jadi net oil importer sejak 2004. Lihat tingginya keinginan gas dalam negeri, tak tutup peluang satu waktu Indonesia akan jadi net gas importer.

Waktu jadi net oil importer, artinya minyak mentah yang kita impor semakin banyak dari yang diekspor. Sekarang ini produksi minyak dalam negeri memanglah tak dapat penuhi keperluan. Sebagai ilustrasi, lifting minyak (produksi minyak yang terjual) ada pada angka 829 ribu barrel /hari, sesaat keperluan minyak meraih 1, 6 juta barrel /hari.

Dari segi gas, produksi dalam negeri masihlah dapat penuhi keinginan domestik. Tetapi butuh dicatat keinginan gas dari dalam negeri selalu bertambah sebesar rata-rata 9 % per th. dari th. 2003. Dengan dikembangkannya proyek kelistrikan yang memakai pembangkit tenaga gas, jadi tak tutup peluang bila di hari esok produksi gas dalam negeri akan tidak dapat lagi penuhi keperluan domestik.

Sesungguhnya Indonesia masihlah miliki kesempatan untuk tingkatkan cadangan minyak. Dengan cara geologis, potensi Indonesia cukup menjanjikan. Sekarang ini juga masihlah ada 74 cekungan hidrokarbon yang masihlah belum disentuh aktivitas eksplorasi. Pada cekungan-cekungan yang sudah berproduksi juga, tak tutup peluang penemuan cadangan baru yang penting masihlah dapat berlangsung.

Sekurang-kurangnya butuh tiga langkah paling utama untuk menangani kesenjangan yang makin melebar pada keperluan serta supply migas di Indonesia. Tiga jalan keluar itu yaitu tingkatkan produksi migas dengan tehnologi baru, tingkatkan aktivitas eksplorasi atau pencarian cadangan migas baru, serta memperpendek jarak saat pada penemuan cadangan dengan produksi migas.

Ketiga langkah ini pastinya memerlukan aliran investasi. Tehnologi baru untuk tingkatkan produksi serta eksplorasi terang memerlukan investasi yang banyak. Sama seperti dengan memperpendek jarak saat pada penemuan dengan produksi bermakna membuat lancar aliran investasi untuk bangun bebrapa sarana produksi pada lapangan yang sudah terkonfirmasi cadangannya.

Karenanya, semuanya kendala investasi pada industri hulu migas mesti dipangkas, baik kendala yang berbentuk regulasi, tehnis, ataupun sosial orang-orang.

Semuanya pemangku kebutuhan, baik instansi negara, pemerintah daerah, serta elemen lain, termasuk juga orang-orang setempat butuh membuat situasi yang aman untuk masuknya investasi hulu migas. Cuma dengan lancarnya investasi hulu migas lah, cadangan bisa ditambah serta Indonesia dapat terlepas dari ancaman krisis migas. (Adv)

About admin