Home / indonesia / Komoditas Bunga Krisan Anjlok Sejak 2 Bulan Ini

Komoditas Bunga Krisan Anjlok Sejak 2 Bulan Ini

Komoditas Bunga Krisan Anjlok Sejak 2 Bulan Ini – Komoditas bunga krisan di tingkat petani di Kabupaten Semarang sekarang ini terjun bebas mulai sejak dua bln. paling akhir.

Beberapa petani mengira produksi bunga petik ini berlimpah di dalam kepentingan pasar yang condong stagnan.

Salah satu petani bunga krisan di Dusun Clapar, Desa Duen, Kecamatan Bandungan, Suratman (45) menuturkan, harga satu ikat bunga krisan di Pasar Bandungan sekarang ini sekitar pada Rp 2. 500 sampai Rp 3. 000. Pada situasi normal, harga sekitar di atas Rp 7. 000 per ikat.

” Satu ikat itu ada 10 tangkai. Dengan harga yang cuup rendah, petani juga tidak untung. Tak sesuai dengan modal, cost beli obat, serta pupuk, ” kata Suratman, Jumat (10/3/2017) siang.

Suratman yang tergabung dalam Grup Tani Krisan Gemah Ripah ini mengakui pihaknya makin tidak untung dikarenakan banyak green house yang rusak di terjang angin kencang beberapa waktu terakhir.

Dari 180 green house yang dipunyai oleh grup tani ini, belasan salah satunya rusak lantaran terhempas angin.

” Kami ada 90 anggota. Jika baraknya rubuh, kami mesti di mulai dari awal lagi. Walau sebenarnya (bikin barak) modalnya banyak, ” katanya.

Petani yang lain, Sugiyanto (31) menuturkan, jenis penjualan bunga krisan yang dikerjakan sampai kini masihlah konvensional lantaran dinilai paling untungkan. Yaitu, berjumpa segera dengan konsumen di pasar, bukanlah lewat tengkulak.

Tetapi langkah penjualan ini bisa memiliki kekurangan. ” Lebih baik sih segera ketemu konsumen, tetapi resikonya harga nya ikuti pasar. Dapat Rp 2. 500 per ikat. Tap kami juga pernah merasahan harga krisan Rp 25. 000 per ikat, ” kata Sugiyanto.

Guna menghimpit kerugian, beberapa petani sekarang ini mulai mengakali lewat langkah membedakan saat tanam antar-green house. Sehingga seandainya panen sekarang ini harga nya turun, pada panen dua atau tiga bln. selanjutnya harga nya bakal baik.

Pro Petani

Sugiyanto serta beberapa petani bunga krisan yang lain mengharapkan Pemkab Semarang turut bertindak dalam melindungi kestabilan harga di market lewat langkah bikin kebijakan yang pro petani bunga krisan.

Umpamanya dengan mewajibkan dinas atau lembaga dan pelaku usaha di Kabupaten Semarang beli bunga krisan dari petani untuk dekorasi rapat, maupun dekorasi di lobi hotel, kantor, dan restoran.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto mengatakan, harga bunga krisan di Bandungan pernah capai angka paling tinggi yaitu Rp 35. 000 per ikat. Jika harga jual krisan Rp 5. 000 per ikat saja ia menilainya petani krisan sebagian besar ada di Bandungan, telah gulung tikar.

” Pernah Rp 35. 000 per ikat pada Lebaran th. tempo hari, itu harga paling tinggi, ” kata Said.

Pihaknya memohon Bupati Semarang dapat memberi jalan keluar yang berpihak pada petani krisan. Satu diantaranya dengan bikin gerakan beli krisan untuk kantor pemerintahan. Melalui gerakan itu pihaknya optimis, daya serap krisan di kelompok petani bakal bertambah.

” Harga normal di atas Rp 7. 000 rata-rat, bila cocok Lebaran dapat tembus Rp 15. 000 per ikat. Saat ini semua bernasib sama, tidak untung, ” kata Said.

Terkecuali keluarkan kebijakan yang pro pada petani krisan, Said juga memojokkan supaya Pemkab Semarang sediakan akses jaringan info penjualan ke luar daerah.

Sebab sampai kini, system penjualan bunga krisan dari beberapa petani di Bandungan masihlah berbentuk konvensional, yaitu jual dengan cara segera di Pasar Bandungan saja. ” Saat harga nya tinggi, petani berinvestasi dengan memperluas area tanam. Tapi yang diinginkan jadi jatuh, ” katanya.

About admin