Home / berita umum / Imam Nahrawi Menyebutkan Info Uang 300 Juta itu Salah

Imam Nahrawi Menyebutkan Info Uang 300 Juta itu Salah

Imam Nahrawi Menyebutkan Info Uang 300 Juta itu Salah – Menpora Imam Nahrawi diberi pertanyaan masalah uang Rp 300 juta yang disebutkan datang dari KONI untuk Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, beberapa waktu waktu lalu. Imam menyebutkan info berkaitan uang itu salah.

“Saya masih ingat jaksa. Memang mereka (faksi KONI) mengemukakan (diberi untuk) muktamar 2016, serta itu salah besar,” tutur Imam waktu bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).

Imam akui tidak lihat pimpinan KONI, dalam soal ini Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, waktu Muktamar NU di Jombang, Jawa Tengah. Bahkan juga, Imam akui sudah memverifikasi pada panitia muktamar berkaitan uang Rp 300 juta dari KONI.

“Pertama, saya tidak paham ia (Hamidy) hadir ataukah tidak. Ke-2, belum pernah menyerahkan apa pun, sebab saya tidak tahu, ia hadir di muktamar di Jombang 2015. Serta panitia telah saya konfirmasi, adakah pertolongan dari saudara KONI? Nyatanya tidak ada,” kata Imam.

Ia juga minta jaksa supaya tidak bertanya hal sama. Diakuinya tidak terima sebab berkesan menyeret NU dalam masalah KONI.

“Serta tolong ini klarifikasi benar pak jaksa, sebab tersangkut Nahdatul Ulama,” sebut Imam.

Jaksa juga menjawab pengakuan Imam. Menurut jaksa, mereka cuma coba mengklarifikasi. Jaksa memperjelas tidak ada tujuan untuk mendelegitimasi NU.

“Malah ini kami klarifikasi Pak. Jika tidak kami klarifikasi kan kelak jadi salah pengertian. Ini kami tidak ingin mendelegitimasi, saya ingin klarifikasi saja, yang mana yang benar,” tegas jaksa.

Saluran uang KONI ke Muktamar NU awalnya dikatakan Wakil Bendahara KONI Lina Nurhasanah. Lina, waktu bersaksi dalam persidangan, menyebutkan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy sudah pernah memberi uang Rp 300 juta untuk Muktamar NU di Jombang.

“Jadi, jika tidak salah, seputar diawalnya, Pak Hamidy sore-sore ke Kemenpora menitip uang, jika tidak salah Rp 300 juta. Terus malam itu Pak Hamidy malam itu pergi ke Surabaya serta Pak Alfitra waktu itu,” jelas Lina dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/4).

Lina akui mengantar uang itu ke Surabaya. Sesudah datang di Surabaya, Lina memberi uang itu langsung pada Hamidy.

“Lalu saya antar ke Surabaya. Di lapangan terbang saja saya berikan ke Pak Hamidy uang itu,” jelas Lina.

“Uang itu untuk apa?” bertanya jaksa KPK.

“Menurut informasi Pak Hamidy, untuk Muktamar NU,” jawab Lina.

About penulis77