Home / Uncategorized / Gubernur DIY Gerakkan Warganya Untuk Amankan Dari Aksi Teror

Gubernur DIY Gerakkan Warganya Untuk Amankan Dari Aksi Teror

Gubernur DIY Gerakkan Warganya Untuk Amankan Dari Aksi Teror – Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengukuhkan 221 warga sebagai anggota Lindungi Warga.

Anggota Lindungi Warga ini datang dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, serta Kabupaten Gunungkidul.

“Pengukuhan ini saya anggap benar-benar mutlak dikarenakan memikul tanggung jawab pada keamanan di desa. Terlebih tantangan penduduk waktu ini berlainan dengan masa dahulu. Tantangan saat ini jadi banyak ragam, jadi banyak serta jadi banyak problematika, ” papar Sultan selesai mengukuhkan 221 anggota Lindungi Warga di komplek Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (30/5/2017).

Baca juga : Sultan HB : Pemimpin Tdk Bisa Takut Buat Orang Marah

Di sebutkan Sultan, Lindungi Warga ini bertugas merawat rasa aman semua penduduk di semasing desa dari ancaman yg tdk terduga, seperti peredaran narkoba serta terorisme.

Ia mencontohkan, anggota Lindungi Warga mesti sanggup mengawasi serta mendata tiap-tiap tamu dengan muka baru yg bermalam dirumah warga di lingkungannya.

“Kalau dahulu ada program tamu bermalam 1×24 jam perlu lapor RT, saat ini udah tiada. Walaupun ada, paling satu hingga dua orang yg mengerjakannya. Pekerjaan Lindungi Warga ini buat mengantisipasinya, ” ucap Sultan.

Sultan mengimbuhkan, Lindungi Warga harus sanggup menuntaskan kesulitan yg terlihat di tingkat keluarga, RT, RW, hingga antar-kampung. Satu salah satunya mengawasi pergaulan anak-anak di lingkungannya biar tdk join dengan golongan radikal atau golongan yg sanggup menjerumuskannya.

“Jaga Warga harus menuntaskan kesulitan yg berjalan ditengah warga jadi jangan lantas berjalan perkelahian antarwarga. Seandainya itu berjalan ngisin-ngisini (memalukan). Kayaknya kita tdk beradab, ” papar Sultan.

Sultan menuturkan, Lindungi Warga juga bertugas membuat penduduk sipil yg punya ketahanan pada kondisi serta keadaan yg berjalan di lingkungannya. Ia menilainya, belum terbentuknya penduduk sipil buat narkoba serta terorisme dengan enteng menebar ditengah penduduk.

“Kalau penduduk sipil udah terbentuk penduduk dapat menuturkan tdk dengan sendirinya. Dia juga bangun jaringan antarwarga dengan TNI, Polri, serta pemda. Jadi dia dapat berikan info ada suatu hal atau peristiwa di desa yg tdk setidaknya, ” kata Sultan.

Disadari Sultan, belum segala desa di DIY punya anggota Lindungi Warga. Ia menyebutkan, pengukuhan itu baru langkah awal menyimpan minat warga pada program Lindungi Warga.

Baca juga : Argumen Jokowi Ikutsertakan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Dipertanyakan

Sebab dia mengaku, ia cuma merencanakan membuat Lindungi Warga di 15 desa pada 2015 serta 10 desa pada 2016.

“Kami tambah baik mengakomodir partisipasi penduduk dahulu sembari minta input dari anggota Lindungi Warga buat memastikan kebutuhannya seperti apa. Kemungkinan kecil antusiasime warga ini ditahan, ” papar Sultan.

About admin