Home / berita umum / Enam Bonek Jadi Tersangka Perusakan Truk Di Madiun

Enam Bonek Jadi Tersangka Perusakan Truk Di Madiun

Enam Bonek Jadi Tersangka Perusakan Truk Di Madiun – Enam supporter Persebaya Surabaya jadi terduga masalah penganiayaan serta perusakan di Madiun. Mereka lakukan perusakan pada suatu truk serta menganiaya sang sopir.

“Jadi enam orang adalah supporter Bonek ini kita tahan serta diputuskan terduga atas laporan pengemudi truk yang sudah dirusak kendaraannya,” kata Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro pada wartawan waktu launching, Kamis (18/7/2019).

Momen penganiayaan serta perusakan truk tronton itu, kata Logos, berlangsung pada Rabu (10/7) seputar jam 10.00 WIB. Yaitu di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Desa Balerejo, Kabupaten Madiun.

Menurut Logos, enam Bonek yang dibekuk akan pergi ke Sleman. Mereka punya niat melihat langsung laga pertandingan di antara Persebaya Surabaya menantang PSS Sleman pada Sabtu (13/7).

“Awalnya, beberapa supporter ini pergi dari Surabaya dengan menumpang mobil pikap sampai di By Pass Krian, Sidoarjo. Seterusnya, mereka menumpang truk serta turun di Jalan Raya Madiun-Surabaya, masuk Desa Balerejo cari tumpangan ,” terangnya.

Disana, beberapa supporter hentikan truk tronton yang dikemudikan Puguh Triawan (34) masyarakat Desa Garungan, Kecamatan Kare, Madiun. Tetapi satu diantara supporter yang naik ke bak truk bernopol L 9104 UZ terjatuh. Hal tersebut menyebabkan kemarahan Bonek yang waktu itu sejumlah 21 orang.

“Saat Bonek ini naik, sopir truk mengerem agar truk berhenti. Selanjutnya terduga satu diantara Bonek itu terjatuh. Jatuhnya Bonek itu menyebabkan beberapa supporter lain yang sejumlah 21 orang untuk lakukan tindakan perusakan. Beberapa supporter ini melempar batu mengarah truk. Kaca truk juga retak sebab dilempari batu berulang-kali,” imbuhnya.

Tidak hanya membentak sang sopir, mereka mengeroyoknya. Dari 21 Bonek itu, ada 6 yang lakukan tindakan perusakan serta penganiayaan. Enam terduga itu akan dijaring masalah 170 ayat 1 serta 2 KUHP dengan intimidasi hukuman penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Tersebut enam Bonek yang melakukan perbuatan anarki:

1. Dimas Ranadhani (20), masyarakat Kapasari Pedukuhan Gang IV No 4, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya
2. Andri Purnomo (32), masyarakat Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Jombang.
3. MAF (18), masyarakat Jalan Setro Baru Utara Gang 15, Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya
4. Mohammad Samian (23) masyarakat Jalan Kalidami Gang 9, Kelurahan Mojo , Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.
5. Slamet Indra Wahyudi (23) masyarakat Dusun Gading Karya Gang 5 Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya.
6. Baskara Kristian Adiyaba (23) masyarakat , Jalan Setro Baru Utara Gang 1, Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya.

About penulis77