Home / Uncategorized / ‘Cry Jailolo’ Mousonturm Frankfurt |Peristiwa

‘Cry Jailolo’ Mousonturm Frankfurt |Peristiwa

‘Cry Jailolo’ Mousonturm Frankfurt |Peristiwa, Kaki-kaki anak Jailolo itu bergetar dan berderap terus-menerus. Suatu koreografi yang bertumpu terhadap stamina kaki. Nyaris satu setengah jam, tujuh remaja Jailolo tersebut mencetak variasi-variasi blocking di pentas bersama kaki-kaki berderap tidak dengan henti. Peluh mereka bercucuran.

Penonton Kunstlerhaus Mousonturm, Frankfurt, kemarin tengah malam, Rabu, 7 Oktober 2015, melihat satu buah Indonesia yang lain. Bukan Jawa atau Bali sama seperti mereka kenal. Namun badan Jailolo, Halmahera.

Ekspresi badan mereka sederhana, tetapi amat kontemporer. Itulah pertunjukan Cry Jailolo karya koreografer Eko Supriyanto. Antusiasme penonton meledak seusai pentas. Dalam sesi tanya-jawab, tidak sedikit yang tanya dimana letak Jailolo. Gimana perasaan anak-anak dari ruangan terpencil datang ke Jerman dan pentas berkeliling Eropa. Dengan Cara Apa kehidupan mereka sehari-hari di Jailolo.

Gedung Kunstlerhaus Mousonturm yaitu satu ruangan kesenian alternatif di Frankfurt. Gedung ini jadi bidang penting perhelatan Indonesia LAB di Frankfurt. “Indonesia LAB ini bidang dari dipilihnya Indonesia jadi tamu kehormatan Frankfurt Book Fair 2015. Kami menyajikan beraneka ragam program, dari diskusi-diskusi, workshop, sampai pementasan. Kami mau Indonesia jadi sektor yang aktif dalam kebudayaan dunia,” kata etnomusikolog Endo Suanda, mewakili Komite Nasional Frankfurt Book Fair, dalam pidatonya di Mousonturm.

About admin