Home / berita umum / BMKG Perkirakan Awal Musim Hujan Akan Terjadi Pada Oktober Mendatang

BMKG Perkirakan Awal Musim Hujan Akan Terjadi Pada Oktober Mendatang

BMKG Perkirakan Awal Musim Hujan Akan Terjadi Pada Oktober Mendatang – Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan akan berlangsung pada Oktober yang akan datang. Walau demikian, BMKG memohon penduduk waspada ada hujan deras dibarengi petir 3 hari ke depan.

“Cermati kekuatan lebat dibarengi kilat (petir) serta angin kencang di seputar lokasi Indonesia dalam periode 3 hari ke depan, pada Aceh, sumatera Barat, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, serta Papua,” tutur Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

“Untuk bulan Oktober, penduduk pesisir serta nelayan di seputar Laut Natuna utara, Pesisir Bengkulu, Laut Jawa sisi tengah, Laut Arafuru, Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar berharap waspada gelombang setinggi 1,25-2,5 m, sedang kekuatan gelombang setinggi 2.5-4.0 m berkesempatan berlangsung di Samudra Hindia barat Sumatra, Perairan selatan Jawa-Sumba, Samudra Hindia selatan Jawa-NTT,” imbaunya.

Dwikorita menuturkan, dalam satu pekan ke depan berlangsung kegiatan MJO (Madden Jullian Oscillation) atau massa hawa basah serta kenyataan gelombang atmosfer yang lain yang cukuplah berarti berlangsung di lokasi Indonesia.

Keadaan itu juga diperkokoh karenanya ada pelemahan pusat desakan tinggi di lokasi Australia yang menyebabkan dorongan massa hawa kering serta dingin dari Australia makin melemah.

“Keadaan ini mengakibatkan terjadinya kekuatan perkembangan awan hujan makin bertambah. Dalam satu pekan paling akhir terdaftar peristiwa hujan deras di lokasi Riau, Bengkulu, Kepri, Jabodetabek, Kalimantan tengah, Kalimantan barat, Kalsel, Kaltara, Maluku, serta Papua,” jelas Dwikorita.

Sedang El-Nino, menurut Dwikorita, walau akan hidup lagi di September 2018, akan tetapi kondisinya melemah.

“El Nino lemah diikuti oleh lebih panasnya suhu muka laut di lokasi Pasifik sisi tengah atau diketahui dengan indek ENSO positif. Keadaan ini, akan berefek langsung pada peralihan aliran angin Timuran jadi Angin Baratan sedikit akan terlambat, keadaan berikut yang otomatis mengakibatkan awal musim hujan di sejumlah besar lokasi Indonesia jadi terlambat dari umumnya atau klimatologisnya,” papar Dwikorita.

About admin