Home / indonesia / Anas Bantah Tudingan Nazaruddin Tentang Dirinya Terlibat Kasus E-KTP

Anas Bantah Tudingan Nazaruddin Tentang Dirinya Terlibat Kasus E-KTP

Anas Bantah Tudingan Nazaruddin Tentang Dirinya Terlibat Kasus E-KTP – Bekas Ketum Demokrat Anas Urbaningrum menyebutkan info Nazaruddin masalah dianya ikut serta korupsi e-KTP sebagai rekaan yang di buat dari karangan-karangan imajiner (fiksi) . Anas balik ajukan pertanyaan masalah skenario yang disediakan Nazaruddin.

” Kalau penegakan hukum itu datang dari fiksi serta rekaan jadi nilai itu bakal menyusut serta tak dapat memperoleh keadilan. Kalau menurut info Nazaruddin pada Senin (3/4) tempo hari muka saya dikencingi, kepala saya diberakin. Ini rekaan siapa? Kebutuhan siapa? Pesanan siapa? ” kata Anas bersaksi dalam sidang kelanjutan perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) , Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017) .

Anas mempertanyakan info Nazar yang menyebutkan dianya berjumpa dengan entrepreneur Andi Narogong. Nazar pada sidang terlebih dulu menyebutkan Andi Narogong datang ke DPR diperkenalkan sebagai entrepreneur yang melakukan e-KTP serta mempunyai komitmen bagi-bagi uang utk melepaskan aturan e-KTP di DPR.

” Saya dimaksud ada di situ ada Andi Narogong, serta ada saksi Setya Novanto, serta ada dikatakan Andi senantiasa ngelapor ke saya. Kalau pengarang ini bisa hadiah nobel itu, ” sambung Anas.

Sebelumnya Nazaruddin menjelaskan bagi-bagi uang proyek e-KTP yang juga mengalir ke Anas Urbaningrum. Nazar menyebutkan terdapatnya prinsip Anas dengan entrepreneur Andi Narogong yang nilainya menjangkau Rp 500 miliar utk mengawal aturan e-KTP di DPR.

” Saat itu Mas Anas ada kebutuhan utk maju jadi ketua umum, ada prinsip demikian % dengan Andi. Saat itu Rp 500 miliar rupiah, namun ada pula diberi gunakan dolar. Awalannya Rp 20 miliar diberi, ” kata Nazaruddin, Senin (3/4) .

Andi Narogong dimaksud berkomunikasi dengan Anas Urbaningrum masalah pembagian jatah perihal e-KTP. Andi Narogong lebih dahulu menggelontorkan duit (ijon) utk mengawal diloloskannya aturan e-KTP.

” Andi itu senantiasa berikan catatan ke Mas Anas, ini telah di beri kesini, kesini. Saat diberikan ke rekan-rekan DPR telah di amplop, serta telah ada coretan-coretannya, ” tutur Nazaruddin.

Bukanlah cuma ke DPR, Andi Narogong juga membagikan jatah pada petinggi Kementerian Dalam Negeri. Nazar menyebutkan jatah utk beberapa petinggi Kemendagri itu 7-8 % dari nilai proyek e-KTP sebesar Rp 5, 9 triliun.

About admin